Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

SMK GENUS UPACARA DENGAN POLRES BUKITTINGGI



Bukittinggi,KMW
            SMK  Terpadu  Genus Bukittinggi  mengadakan upacara  bendera  dengan Pembina upacara polres Bukittinggi  di halaman SMK Genus 1 di Jl. Dr. Hamka Lambau Bukittinggi, Senin (12/5).
            Dalam amanatnya  Kapolres Bukittinggi mengatakan bahwa  kita perlu menegakkan disiplin berlalu lintas, memberantas kenakalan remaja seperti narkoba dan tawuran pelajar. “Kalau ada siswa  yang melanggar aturan tata tertib berlalu lintas, tawuran pelajar dan narkoba, kita akan tindak tegas”, ucap Kapolres Bukittinggi.”      Kami juga bersedia membantu sekolah di dalam pembinaan pramuka dan paskibraka dan MOS, ujar  Kapolres.

SMK GENUS UPACARA DENGAN POLRES BUKITTINGGI



Bukittinggi,KMW
            SMK  Terpadu  Genus Bukittinggi  mengadakan upacara  bendera  dengan Pembina upacara polres Bukittinggi  di halaman SMK Genus 1 di Jl. Dr. Hamka Lambau Bukittinggi, Senin (12/5).
            Dalam amanatnya  Kapolres Bukittinggi mengatakan bahwa  kita perlu menegakkan disiplin berlalu lintas, memberantas kenakalan remaja seperti narkoba dan tawuran pelajar. “Kalau ada siswa  yang melanggar aturan tata tertib berlalu lintas, tawuran pelajar dan narkoba, kita akan tindak tegas”, ucap Kapolres Bukittinggi.”      Kami juga bersedia membantu sekolah di dalam pembinaan pramuka dan paskibraka dan MOS, ujar  Kapolres.

Defi Endri,MM, M.Pd Kepsek Genus berfoto dengan siswa peserta lomba lari 10 K




 

Bukittinggi, KMW

    SMK Terpadu Genus Bukittinggi menurunkan atlitnya dan sekaligus ikut memeriahkan lomba Lari 10 K antar  5 benua.Lomba lari 10 K  diikuti oleh 30 orang siswa SMK Genus MInggu (11/5) di lapangan Wirabraja Bukittinggi yang dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim didampingi Walikota Bukittinggi. Untuk tingkat pelajar, 10 besar di raih oleh siswa SMK Terpadu Genus Bukittinggi.

Selasa, 06 Mei 2014

1 TAHUN PERINGATAN BERKABUNGNYA SMK GENUS



SMK GENUS PERINGATI  1 TAHUN HARI BERKABUNG
Bukittinggi,
       SMK Terpadu Gema Nusantara Bukittinggi memperingati tragedi meninggalnya  2 orang (Pria dan Wanita) siswa SMK Terpadu Tahun ajaran 2012/2013  di bawa arus ombak (aia bawang)di pantai Gandoriah Kota  Pariaman pada saat acara perpisahan kelas XII dengan kepala sekolah,guru, pegawai dan karyawan SMK Genus, kamis tanggal 9 Mei 2013 lalu.
       Memperingati  berlasungkawanya  alumni SMK Genus di pusatkan di halaman SMK Genus Kampus 1 di Jl, Dr. Hamka Lambau  Jumat (9/5/2014) ditandai dengan upacara penaikan bendera setengah tiang dan dilanjutkan dengan pembacaan surat yasin dan doa bersama serta dilanjutkan ziarah kubur di Koto baru dan di  Cingkarriang, Kab. Agam.
       Kepala SMK Genus Defi Endri,MM, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa ini kita ambil hikmah positifnya. Salah satu hikmah positifnya adalah bahwa setiap sekolah di Kota Bukittinggi tidak diperbolehkan perpisahan di luar kota Bukittinggi yang diperkuat dengan surat larangan dari Pak Walikota  Bukittinggi.
       "Kita doakan semoga arwah Afdal dan Yul diterima di sisi Allah SWT dan masuk surga Jannatun Naim serta keluarga yang ditinggalkan bersabar dan menerima takdir dari yang Maha Kuasa. Karena tiga bulan kita dalam kandungan, pada saat roh ditiupkan oleh Malaikat Jibril  sudah ditentukan 4 perkara yakni (Langkah, Reski,Jodoh dan Maut) tinggal kita menjalankannya saja lagi", tutup Kepsek.


Minggu, 04 Mei 2014

KEPSEK SMK N 1 MATUR DAN KEPSEK SMK GENUS DI UNDANG KE JAKARTA

Agam,
            Kepala SMK N 1 Matur Drs. Ahyadi  dan  kepala SMK Genus Bukittinggi  Defi  Endri,MM, M.Pd   di undang ke Jakarta  oleh  Direktorat  Pendidikan PTK  Dikmen  Kementerian Pendidikan dan kebudayaan  dalam  rangka  pemilihan kepala   SMK  berkarakter bangsa   seluruh  SMK  se  Indonesia di  hotel  Kaisar  29  April s/d  01 Juni.
            Dikatakan  Ahyadi didampingi Defi  Endri bahwa  pemilihan  kepala  sekolah  di dalam mengimplementasikan  pendidikan karakter bangsa  di sekolah diikuti oleh  450 kepala SMK di seluruh Indonesia. “Sebelum Bintek (bimbingan teknis) pemilihan kepala SMK berkarakter, setiap kepala sekolah diwajibkan membuat tulisan singkat yang dilengkapi bukti fisik berupa foto  atau CD  pendidikan karakter  yang  telah diterapkan di sekolah masing-masing”, ujar Ahyadi.
            Lebih jauh Defi Endri menjelaskan, dari 450 orang kepala  SMK yang  di undang, Kepala SMKN 1 Matur dan Kepala SMK Genus Bukittinggi lolos dalam seleksi pemilihan kepala SMK berkarakter. Ke depan SMK yang berhasil lolos diwajibkan membuat laporan sesuai dengan action plan pendidikan karakter di SMK masing-masing.. “ Kami akan diundang lagi ke Jakarta dengan membawa hasil pendidikan  karakter yang telah diimplementasikan pasca Bintek sesuai dengan action plan yang telah dibuat. Bulan September  akan dipilih kembali sebanyak 3 orang kepala SMK terbaik di dalam mengimplementasikan pendidikan karakter bangsa di SMKnya dan diberikan penghargaan dan  reword”, tutur Defi Endri didampingi Ahyadi.


SMK Genus dan SMK N 1 Matur Kunjungi SMK di Bangka Blitung



Bukittinggi,
            Kepala   SMK  Terpadu Gema  Nusantara (SMK Genus) Bukititnggi Defi Endri dan Kepala SMKN 1 Matur   Kab. Agam  Drs. Ahyadi  mengunjungi SMK  yang  ada di Propinsi Bangka Belitung , Sabtu (03/06).
            Tujuan kunjungan  ini dimaksudkan  selain sebagai studi perbandingan dan sekaligus  ajang silaturahmi dengan  MKKS SMK yang ada di Prov. Bangka Belitung. “Kami disambut baik oleh Ketua  PGRI  Kota  Pangkal Pinang  Drs. Julizarman,MT dan  sekretaris  MMKS  kota  Pangkal  Pinang  Drs. Basyir,MT  langsung di bawa kunjungan ke SMK N 1  Bisnis Manajemen, SMKN 2  Teknologi, SMK N 4  Perikanan, SMK N  3 Pariwisata dan SMK N 5 Kesehatan.
            Dikatakan Defi  Endri, kelebihan SMK di  Pangkal  Pinang  sarana  dan prasarananya  sudah lengkap dan sudah mengantongi  sertifikat ISO. Kepala  SMK dan Kepala SMA di Pangkal Pinang diberi  fasilitas mobil  R 3 berplat  merah, sedangkan untuk kepala  SD dan SMP diberi  fasilitas motor. Kelebihan lain, di SMK  di Pangkal  Pinang  sudah ada  SMK  Negeri  Kesehatan (SMK N 5), dan kebersihan lingkungan sekolah (Adiwiyata) sangat terjaga.
            “Akhir  Juni mendatang, direncanakan  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK akan berkunjung  ke Bukittinggi, Kab Agam  dan Kota  Padang”, ujar Defi  Endri.

Kamis, 17 April 2014

SMK GENUS SOSIALISASIKAN KEPERAWATAN DAN FARMASI KELILING SUMBAR

Bukittingi ,17 April 2014 posted by Defi Endri, MM , M.Pd

SMK  Tepadu Gema Nusantara  (SMK Genus) Bukittinggi  mengadakan sosialisasi kompetensi keahlian Keperawatan dan Farmasi dan sekaligus memberikan motivasi Ujian Nasional  kepada  SMP dan MTSN yang ada di Sumatera Barat selama  1 (satu) bulan penuh yang dimulai 1 Maret dan berakhir 30 Maret  2014.

Sosialisasi ini, kata  Defi Endri Kepala SMK Genus  dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada siswa-siswa  di SMP  dan di MTS tentang kompetensi  keahlian Keperawatan kesehatan dan farmasi, karena hampir semua siswa di SMP dan MTSN di Sumatera  Barat belum tahu bahwa  di SMK  sudah ada jurusan Keperawatan kesehatan dan Farmasi.

Dikatakan, memang  khusus untuk jurusan keperawatan kesehatan termasuk jurusan  yang langka di Sumatera  Barat, karena tidak  banyak  SMK yang membuka jurusan keperawatan ini. “Selain di Bukittinggi, ada di Kota  Payakumbuh dan Kab. 50 Kota. Untuk  daerah tetangga, SMK jurusan Keperawatan ada di Madina,Padang SIdimpuan, Bangko , Batam dan Tanjung  Pinang. Untuk di Padang Sidimpuan dan Bangko yang membuka kompetensi keperawatan  adalah SMK Negeri”, kata Def

Lebih lanjut  dijelaskan, keberadaan kompetensi  keperawatan di SMK tidak  siswa SMP saja yang belum tahu, masyarakat  Sumatera  baratpun  banyak yang belum dapat informasi  tentang adanya SMK Keperawatan, karena masyarakat dulunya kenal dengan SPK. Oleh karena itulah, kata Defi Endri SMK Genus perlu melakukan sosialisasi kepada siswa-siswa di SLTP dan kepada Masyarakat luas di Sumatera Barat.” Ke depan akan banyak sekolah negeri maupun Swasta setingkat SMK   di Sumatera Barat akan membuka  jurusan keperawatan kesehatan ini, karena  “kran” sudah kami buka, dan semak sudah kami  rambah”, tinggal ke depan kawan-kawan di SMK tinggal mengalirkan air saja, tidak sesulit kami merintis, karena opini masyarakat sudah  terbentuk”, ujar Defi Endri.

Dikatakan, Lahirnya  SMK Keperawatan di Indonesia  dilatarbelakangi tuntutan dunia usaha dan industri  terutama rumah sakit, karena di rumah sakit sangat membutuhkan perawatan kebutuhan dasar manusia seperti memandikan pasien, memotong kuku, rambut pasien, mengantarkan makanan,membersihkan ruangan pasien yang dulunya  ditangani  siswa tamatan SPK. Disamping itu, masyarakat kesulitan mencari tenaga “home care” (perawat yang dipanggil ke rumah).” Jadi  siswa tamatan SMK Keperawatan bukan langsung  jadi perawat, tetapi menjadi asisten perawat atau di rumah sakit dikenal dengan PP (pembantu perawat)”, jelas Defi Endri